Langsung ke konten utama

Komitmen Ketuhanan

Saya tidak pernah mengikuti satu sesipun dari training ESQ Ary Ginanjar Agustian. Buku-buku karyanya pun saya pinjam dan baca sambil lalu saja. Saya juga bukan seorang alim untuk bertutur tentang agama. Namun saya merasa perlu menyampaikan apa yang pernah saya baca dalam sebuah karyanya dulu saat mampir di sebuah toko buku.

Menurut Ary, seorang manusia hanya bertuhan kepada-Nya saja di dalam kehidupan ini, tiada lain dan tiada bukan. Tidak ada Tuhan melainkan Tuhan. Dengan fondasi syahadat ini, tidak ada cemas dan keraguan. Apapun yang dimantapkan dalam hati, entah cita-cita, prestasi, hasil karya, dsb. tatkala masih hidup di dunia ini, demi untuk kemaslahatan umat, cepat atau lambat, pasti akan terwujud. Betapa tidak? Maha Pencipta alam semesta yang berada di balik semua kejadian. Cukup bagi-Nya berkata jadilah maka terjadilah segala sesuatu.

Pun terhadap masalah apapun yang tengah kita hadapi saat ini, Ary bertutur demikian spiritual. Percayalah, bahwa sebesar apapun masalah itu, tidak ada masalah yang lebih besar kecuali saat kita nanti menghadap Tuhan dan mempertanggungjawabkan kehidupan. Karena hidupmu bukanlah hidupmu. Duniamu bukanlah duniamu. Anak-anakmu bahkan bukanlah anak-anakmu. Masing-masing kita, telah dititipkan hidup oleh Sang Pemilik alam semesta, entah sampai kapan. Kepada-Nyalah kita menanamkan komitmen yang hakiki terhadap kehidupan. Sebuah awal keberhasilan paripurna.

Semoga berhikmah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Fondasi Perubahan

Manakah yang lebih penting untuk dibangun dan dikembangkan guna kesuksesan perusahaan dan organisasi: people, leadership, competency, the driver factors, ataukah system, management, technology, the enabler factors?
Orang yang tidak tepat, pejabat lama yang tidak kompeten, langsung bisa diganti dengan pejabat baru. Tetapi bila sistem manajemennya tetap tiada berubah, dapat dipastikan tidak akan ada kejutan kinerja istimewa apapun dari pejabat baru tersebut. Lambat laun, seiring waktu, si pejabat ini juga akan digantikan lagi dengan orang yang baru. Insinyur terbaik di dunia sekalipun tidak akan berdaya bila masuk ke dalam organisasi yang lembam dan menutup diri dengan perubahan. 
Begitu pula, sistem yang lawas dan sudah tertinggal jauh, langsung bisa diganti dengan yang paling updated. Tetapi bila karyawan belum siap dan terbiasa menggunakannya akan percuma belaka. Betapa banyak kebijakan, prosedur, Undang-Undang, sistem aplikasi, rencana strategis, bahkan slogan dan iklan sosialisasi…

Avengers: Infinity War

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Hemsworth, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Zoe Saldana
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Captain America, Black Panther, Doctor Strange, Hulk, Iron Man, Spiderman, Thor, dll. tergabung dalam Avengers, regu super hero penyelamat bumi, bersatu untuk ngalahin Thanos, musuh terkuatnya sampe saat ini, dalam semesta raya Marvel Comics. Bukan sekedar tokoh jahat yang harus dilawan bareng, Thanos juga punya nilai idealismenya sendiri. Ada humor, romansa, ancaman-kali ini-tingkat semesta, ditutup dengan perang kolosal. Ya 100% persislah dengan film Marvel Superheroes yang lain. Ceritanya ngebosenin, karena banyak banget pemainnya, sementara porsi tampil harus diatur dalam durasi 2,5 jam. Jadi sepanjang film adegannya cuma tempur dan tempur, ledakan dan ledakan. Rada tanggung juga karena ternyata film ini bagian pertama dari 2 film, jadi bersambung. Rilis lanjutannya tahun depan... Capek deh