Langsung ke konten utama

Komitmen Ketuhanan

Saya tidak pernah mengikuti satu sesipun dari training ESQ Ary Ginanjar Agustian. Buku-buku karyanya pun saya pinjam dan baca sambil lalu saja. Saya juga bukan seorang alim untuk bertutur tentang agama. Namun saya merasa perlu menyampaikan apa yang pernah saya baca dalam sebuah karyanya dulu saat mampir di sebuah toko buku.

Menurut Ary, seorang manusia hanya bertuhan kepada-Nya saja di dalam kehidupan ini, tiada lain dan tiada bukan. Tidak ada Tuhan melainkan Tuhan. Dengan fondasi syahadat ini, tidak ada cemas dan keraguan. Apapun yang dimantapkan dalam hati, entah cita-cita, prestasi, hasil karya, dsb. tatkala masih hidup di dunia ini, demi untuk kemaslahatan umat, cepat atau lambat, pasti akan terwujud. Betapa tidak? Maha Pencipta alam semesta yang berada di balik semua kejadian. Cukup bagi-Nya berkata jadilah maka terjadilah segala sesuatu.

Pun terhadap masalah apapun yang tengah kita hadapi saat ini, Ary bertutur demikian spiritual. Percayalah, bahwa sebesar apapun masalah itu, tidak ada masalah yang lebih besar kecuali saat kita nanti menghadap Tuhan dan mempertanggungjawabkan kehidupan. Karena hidupmu bukanlah hidupmu. Duniamu bukanlah duniamu. Anak-anakmu bahkan bukanlah anak-anakmu. Masing-masing kita, telah dititipkan hidup oleh Sang Pemilik alam semesta, entah sampai kapan. Kepada-Nyalah kita menanamkan komitmen yang hakiki terhadap kehidupan. Sebuah awal keberhasilan paripurna.

Semoga berhikmah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mazhab Perubahan

Setelah satu tahun sudah berupaya maksimal sedemikian rupa untuk mencapai target-target yang ditetapkan di awal tahun kemarin, kini perusahaan dan organisasi menemui batas akhirnya. Seberapa baik the bottom line, profitabilitas, adalah inti dari semua target pencapaian satu tahun berjalan. Ada yang berhasil gemilang, ada yang biasa saja, ada pula yang tidak berhasil dan bahkan merugi. Belum lagi bila dibandingkan tingkat pertumbuhannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tren pencapaian grup industri sejenis, dst. Namun pimpinan yang bijak tentu akan mencermatinya dengan kaca mata yang sedikit berbeda. Look on the bright side, inilah sejatinya kepemimpinan.

Walau Profit tak sesuai harapan di tahun ini, tetapi boleh jadi Process semakin baik, semakin efektif, semakin efisien. Mungkin juga Product semakin berkualitas, semakin sedikit cacatnya, semakin sedikit komplainnya, semakin diakui dunia, semakin inovatif. Atau yang terpenting People semakin produktif, semakin kreatif, sem…

Keraguan Hati

Syahdan, Haji Agus Salim tengah mengambil wudhu hendak salat zuhur. Sutan Sjahrir yg agak liberal kritis berkomentar. Kenapa engkau salat tuanku Haji Agus Salim? Apakah engkau pernah melihat Nabi, Tuhan, dan Akhirat? Kenapa kau melakukan sesuatu yg tak kau mengerti sama sekali? Agus Salim menjawab. Kenapa sutan mudik naik kapal laut? Kenapa sutan percaya sekali pada nakhoda nya akan diantarkan selamat sampai tujuan? Apakah sutan mengerti dan paham secara detil kapal laut bisa tak tenggelam di air walau beratnya berton-ton? Sutanpun tertegun dan menggangguk.

Berpuasa, zakat, salat, dll. ritual agama adalah wilayah metafisika. Di luar nalar dan logika manusia. Bagaimana quran dlm bahasa arab bisa dihapal ribuan ayatnya oleh anak kecil 5 tahun yg bukan berbangsa arab, bahkan yg tak bisa baca dan tulis dalam huruf alfabet. Dsb.

Ibadah/ritual yang kita lakukan itu pun bermacam-macam pula motivasinya. Dari buku Lentera Hati oleh Ustadz Quraish Shihab setidaknya ada 4:

Pertama, Ibadahnya pa…

Avengers: Infinity War

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Hemsworth, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Zoe Saldana
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Captain America, Black Panther, Doctor Strange, Hulk, Iron Man, Spiderman, Thor, dll. tergabung dalam Avengers, regu super hero penyelamat bumi, bersatu untuk ngalahin Thanos, musuh terkuatnya sampe saat ini, dalam semesta raya Marvel Comics. Bukan sekedar tokoh jahat yang harus dilawan bareng, Thanos juga punya nilai idealismenya sendiri. Ada humor, romansa, ancaman-kali ini-tingkat semesta, ditutup dengan perang kolosal. Ya 100% persislah dengan film Marvel Superheroes yang lain. Ceritanya ngebosenin, karena banyak banget pemainnya, sementara porsi tampil harus diatur dalam durasi 2,5 jam. Jadi sepanjang film adegannya cuma tempur dan tempur, ledakan dan ledakan. Rada tanggung juga karena ternyata film ini bagian pertama dari 2 film, jadi bersambung. Rilis lanjutannya tahun depan... Capek deh