Langsung ke konten utama

Fitrah Kebahagiaan

Tak terasa, Ramadhan 2010 baru saja berlalu dan waktupun memang tak pernah menunggu. Peristiwa-peristiwa besar yang terjadi mulai dari tragedi 9/11 hingga krisis finansial global jelas menggambarkan bahwa perubahan terjadi demikian cepat dewasa ini. Siapa mengira Amerika kini memiliki seorang presiden kulit hitam pertama setelah ratusan tahun dan Indonesia pernah memiliki presiden perempuan setelah puluhan tahun, serta sudah menjalankan praktik pemilihan langsung sebanyak 2 kali. Dengan aplikasi penterjemah yang kini tersedia pula secara gratis, komunikasi berbeda bahasa baik lisan maupun tulisan bahkan dapat dilakukan secara real-time oleh sekelompok orang di berbagai penjuru dunia. Arus informasipun tak pernah berhenti membanjiri kita setiap detiknya. 

Entah, apa yang mendasari aksi perobekan serta pembakaran quran oleh segelintir orang di Amerika minggu kemarin. Apakah fobia terhadap islam, frustrasi kebencian terhadapnya, kebodohan yang terlalu, kesenangan akan sensasi, ataukah konspirasi tingkat tinggi untuk menggagalkan pembangunan sebuah masjid di New York yang sedang ramai dibicarakan, bahkan mungkin kampanye perang dunia ketiga. Kita tidak tahu dengan pasti. Namun survei Gallup terbaru menunjukkan bahwa terorisme kini tidak lagi menjadi ancaman terbesar bagi sebagian besar rakyat Amerika melainkan masalah ekonomi. Presiden Obama juga dengan tegas menyatakan bahwa agama islam telah diputarbalikkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingannya dan tidak sekalipun sebuah ajaran agama merestui aksi kekerasan tanpa dasar. Bahkan hasil survei dari lembaga yang sama menggambarkan kini sebanyak 60% lebih responden di Amerika meyakini peran penting agama di dalam kehidupan mereka. Sebuah temuan yang bernilai untuk kita renungkan bersama.

Saat lebaran lalu, belasan juta orang dari berbagai kota besar berbondong-bondong melakukan perjalanan mudik di negeri ini. Para pelajar dan pekerja yang selama ini berpisah dengan sanak keluarganya, menyempatkan diri untuk kembali ke kampung halaman masing-masing walaupun hanya beberapa hari dalam setahunnya. Mereka merasa bahwa perjalanan mudik ke kampung halaman, bagaimanapun caranya, adalah hal yang penting untuk dilakukan saat lebaran tiba. Di hari yang suci ini, mereka berkumpul bersama sanak keluarganya, mengukuhkan kembali ikatan persaudaraan, menyambung silaturahmi yang sempat terputus, bermaaf-maafan satu sama lain, dan memenuhi cinta di hati mereka.

Seperti halnya rakyat Amerika yang merasa tengah berada dalam kesulitan ekonomi tetapi justru meyakini arti pentingnya ibadah, demikianlah pula halnya fenomena para pemudik di negeri ini. Di tengah hiruk pikuk kota besar kala jauh dari suasana kampung halaman, terdapat hal penting yang tidak dapat diingkari oleh nurani masing-masing. Bahwa kekeluargaan, persaudaraan, silaturahmi, maaf, dan cinta adalah hal yang jauh lebih penting dari apa yang selama ini mereka cari. Sesuatu yang bernilai secara spiritual ternyata mampu mengalahkan hal-hal yang bernilai material. Dan puasa sebulan penuh selama Ramadhan lalu merupakan pendidikan disiplin terhadap spiritualitas ini. Mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan, melatih prinsip penundaan kenikmatan dan kesenangan, membiasakan diri untuk mengalahkan kelemahan dan keterbatasan fisik bermodalkan keruhanian, serta mendidik dirinya agar ikhlas dalam menjalani hidup di dunia ini. Kesemuanya itu ditujukan untuk sesuatu hal yang lebih spiritual, tidak tampak secara materi, yang penting bagi kehidupan, seperti kompas yang memberi arah setiap detik dalam pergantian jam.

Oleh karena itu, di era changes per second ini, perlu rasanya sejenak kita meluangkan waktu bertanya kepada diri kita masing-masing, tentang apakah semua yang tengah kita lakukan saat ini, siapakah diri kita ini sebenarnya, akan kemanakah diri ini setelah tiada, dan adakah yang akan dikenang dari diri kita saat sudah berpulang nanti. Hal yang penting dalam hidup kita menurut Stephen Covey, adalah hal yang dapat memperpanjang umur para penderita penyakit kronis, lebih lama dari apa yang diperkirakan oleh paramedis. Semoga selepas Idul Fitri di tahun 2010 ini, kita semua kembali kepada hal apapun yang penting secara spiritual bagi diri kita masing-masing, fitrah kebahagiaan. Sekali lagi, minal aidin wal faidzin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mazhab Perubahan

Setelah satu tahun sudah berupaya maksimal sedemikian rupa untuk mencapai target-target yang ditetapkan di awal tahun kemarin, kini perusahaan dan organisasi menemui batas akhirnya. Seberapa baik the bottom line, profitabilitas, adalah inti dari semua target pencapaian satu tahun berjalan. Ada yang berhasil gemilang, ada yang biasa saja, ada pula yang tidak berhasil dan bahkan merugi. Belum lagi bila dibandingkan tingkat pertumbuhannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tren pencapaian grup industri sejenis, dst. Namun pimpinan yang bijak tentu akan mencermatinya dengan kaca mata yang sedikit berbeda. Look on the bright side, inilah sejatinya kepemimpinan.

Walau Profit tak sesuai harapan di tahun ini, tetapi boleh jadi Process semakin baik, semakin efektif, semakin efisien. Mungkin juga Product semakin berkualitas, semakin sedikit cacatnya, semakin sedikit komplainnya, semakin diakui dunia, semakin inovatif. Atau yang terpenting People semakin produktif, semakin kreatif, sem…

Keraguan Hati

Syahdan, Haji Agus Salim tengah mengambil wudhu hendak salat zuhur. Sutan Sjahrir yg agak liberal kritis berkomentar. Kenapa engkau salat tuanku Haji Agus Salim? Apakah engkau pernah melihat Nabi, Tuhan, dan Akhirat? Kenapa kau melakukan sesuatu yg tak kau mengerti sama sekali? Agus Salim menjawab. Kenapa sutan mudik naik kapal laut? Kenapa sutan percaya sekali pada nakhoda nya akan diantarkan selamat sampai tujuan? Apakah sutan mengerti dan paham secara detil kapal laut bisa tak tenggelam di air walau beratnya berton-ton? Sutanpun tertegun dan menggangguk.

Berpuasa, zakat, salat, dll. ritual agama adalah wilayah metafisika. Di luar nalar dan logika manusia. Bagaimana quran dlm bahasa arab bisa dihapal ribuan ayatnya oleh anak kecil 5 tahun yg bukan berbangsa arab, bahkan yg tak bisa baca dan tulis dalam huruf alfabet. Dsb.

Ibadah/ritual yang kita lakukan itu pun bermacam-macam pula motivasinya. Dari buku Lentera Hati oleh Ustadz Quraish Shihab setidaknya ada 4:

Pertama, Ibadahnya pa…

Pelatih Hebat

Seringkali saya ditanya oleh klien seberapa besar dampak dari suatu pelatihan terhadap perubahan di tempat kerja mereka masing-masing? Kadang ada pula klien yang menambahkan, agar selepas pelatihan yang dilaksanakan nanti, kerja sama kekompakan tim mereka dapat menjadi lebih solid, kedisiplinan karyawan akan lebih baik, kinerja penjualan dan produktifitas bisa lebih tinggi, kemampuan keterampilan personil meningkat tajam, bahkan dapat timbul kepuasan kerja dan kebahagiaan kepada perusahaan. Dan selalu, sebagaimana yang saya pahami akan konsep perubahan, saya sampaikan secara pasti bahwa pelatihan yang dilaksanakan tersebut tidak akan berdampak banyak terhadap perubahan di perusahaan klien masing-masing. Ya benar. Itu yang selalu menjadi jawaban saya apa adanya. Kalau ada yang mengklaim bahwa dengan pelatihan semua hal yang disebutkan di atas dapat terwujud, silahkan saja, tapi saya tidak akan pernah gagah-gagahan mengklaim seperti itu.

Pelatihan, team building programs, outbond games…