Langsung ke konten utama

Lifetime Formula

According to Forbes magazine, currently only those who have liquidity above $ 1 millions worth mentioned as the rich. Wealth is thus not measured by how much assets we have, but with high liquidity. So that one can enjoy the lifestyle he wants and is able to face financial risks that may occur in the future, such as inflation, recession, layoffs, or business bankruptcy.

At least there are only two things that absolutely everyone has to do in life to make a great fortune i.e. to regulate wisely the expenses of income that they get, and to regulate properly the allocation of its difference. Or if described in a simple formula: (Income) – (Expenses) = (Savings) + (Protection Programs) + (Investments).

Much income then does not automatically make someone richer. But not to spend money on unnecessary expenses is the absolute one that must be done to develop wealth. Many people call it the delay gratification principle, to postpone pleasures for ourselves. And the most ideal of course, is when our income continues to increase with proportional pattern of expenditure, followed by numbers of allocation from its difference, which also grow over time. It’s really simple one but a life time.

So, let’s begin to explore our selves:

  • How much income do we get on a regular basis today? What is the most effective way, a low effort but highly impact one, that we can take into action starting today to get much more income?
  • What kind of expenses do we need to adjust starting today? How is the most effective way to get it done?
  • Have we profitable saving programs? What are they?
  • Have we good protection programs for healthcare, disability, retirement, car damage, house firenatural disaster, riot, or even death? What are they?
  • Have we high return investments for the future? What are they?
As we do those 2 things regularly, we strongly focus ourself to join the ranks of magnificent people i.e. they who are always grateful, who implement the delay gratification principle, and they who manage very well their financials. Then we’re already on the right track to be wealthy and financially successful.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mazhab Perubahan

Setelah satu tahun sudah berupaya maksimal sedemikian rupa untuk mencapai target-target yang ditetapkan di awal tahun kemarin, kini perusahaan dan organisasi menemui batas akhirnya. Seberapa baik the bottom line, profitabilitas, adalah inti dari semua target pencapaian satu tahun berjalan. Ada yang berhasil gemilang, ada yang biasa saja, ada pula yang tidak berhasil dan bahkan merugi. Belum lagi bila dibandingkan tingkat pertumbuhannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tren pencapaian grup industri sejenis, dst. Namun pimpinan yang bijak tentu akan mencermatinya dengan kaca mata yang sedikit berbeda. Look on the bright side, inilah sejatinya kepemimpinan.

Walau Profit tak sesuai harapan di tahun ini, tetapi boleh jadi Process semakin baik, semakin efektif, semakin efisien. Mungkin juga Product semakin berkualitas, semakin sedikit cacatnya, semakin sedikit komplainnya, semakin diakui dunia, semakin inovatif. Atau yang terpenting People semakin produktif, semakin kreatif, sem…

Keraguan Hati

Syahdan, Haji Agus Salim tengah mengambil wudhu hendak salat zuhur. Sutan Sjahrir yg agak liberal kritis berkomentar. Kenapa engkau salat tuanku Haji Agus Salim? Apakah engkau pernah melihat Nabi, Tuhan, dan Akhirat? Kenapa kau melakukan sesuatu yg tak kau mengerti sama sekali? Agus Salim menjawab. Kenapa sutan mudik naik kapal laut? Kenapa sutan percaya sekali pada nakhoda nya akan diantarkan selamat sampai tujuan? Apakah sutan mengerti dan paham secara detil kapal laut bisa tak tenggelam di air walau beratnya berton-ton? Sutanpun tertegun dan menggangguk.

Berpuasa, zakat, salat, dll. ritual agama adalah wilayah metafisika. Di luar nalar dan logika manusia. Bagaimana quran dlm bahasa arab bisa dihapal ribuan ayatnya oleh anak kecil 5 tahun yg bukan berbangsa arab, bahkan yg tak bisa baca dan tulis dalam huruf alfabet. Dsb.

Ibadah/ritual yang kita lakukan itu pun bermacam-macam pula motivasinya. Dari buku Lentera Hati oleh Ustadz Quraish Shihab setidaknya ada 4:

Pertama, Ibadahnya pa…

Pelatih Hebat

Seringkali saya ditanya oleh klien seberapa besar dampak dari suatu pelatihan terhadap perubahan di tempat kerja mereka masing-masing? Kadang ada pula klien yang menambahkan, agar selepas pelatihan yang dilaksanakan nanti, kerja sama kekompakan tim mereka dapat menjadi lebih solid, kedisiplinan karyawan akan lebih baik, kinerja penjualan dan produktifitas bisa lebih tinggi, kemampuan keterampilan personil meningkat tajam, bahkan dapat timbul kepuasan kerja dan kebahagiaan kepada perusahaan. Dan selalu, sebagaimana yang saya pahami akan konsep perubahan, saya sampaikan secara pasti bahwa pelatihan yang dilaksanakan tersebut tidak akan berdampak banyak terhadap perubahan di perusahaan klien masing-masing. Ya benar. Itu yang selalu menjadi jawaban saya apa adanya. Kalau ada yang mengklaim bahwa dengan pelatihan semua hal yang disebutkan di atas dapat terwujud, silahkan saja, tapi saya tidak akan pernah gagah-gagahan mengklaim seperti itu.

Pelatihan, team building programs, outbond games…