Langsung ke konten utama

Revenue Strategist

How much time do you spend to work? Is it 40 hours a week or even more than that? All time that we spend to work absolutely is intended to generate income, so that we can fulfill our life needs, and make savings or investments for the future. But on the other side, time that we spend to generate income is so much valuable. At the same time, even many people can earn much more income compared to what we earn so far. So how come that the same time can give different results? What about without spending that our valuable time, yet we can still generate income that we want? Either when we sleep, taking vacation, or even being hospitalized, the income can be still generated? This is absolutely possible if we are disciplined to apply the concept of compounded growth, where our investment returns is reinvested and so on-to generatea continuous income stream without limitation of time. This what can lead someone to magnificent financial success.

Jay Abraham, a marketing genius, explains that there are only three main strategies in generating income for the company, namely: to increase more units of sales, to increase the number of customers, or to increase the number of repeated buyings. With a simple modification, there are only three main strategies too for us to generate much more income, namely:

1. Premium Income: few sources of income but in huge amount.
So there are one or two sources of income but generate huge income. For example is a sales, who only sell 2 units of house in a year, but the commissions generated from the sale make him does not need to sell again for two years ahead or take another job, for his income amount is so huge.

2. Multiplier Income: many sources of income even though the amount is small.
Perhaps the income generated is not too much, but due to its many sources of income then it will accumulate to be huge. For example is people who sell burgers only for $ 1 but with plenty of outlets. The collected revenue from these outlets will generate much income in the end.

3. Limitless Income: various sources of income in huge amount with no limitation of time.
In 24 hours a day, 7 days a week, income generated in huge amount without limitation of time or geographical boundaries. For example is giant entrepreneur such as Virgin Group who has many sources of limitless income, among others: the patent of quality products, airlines industry, music recording companies, web-based business, network marketing, as well as various investments that continue to grow such as stocks and rental properties. This strategy is also the key to financial success for the founder of Facebook or even author of Harry Potter.

So, what’s your strategy to generate much more income? A premium, multiplier, or limitless one? With the right and most enjoyable strategy for us, we are all able to create financial success like Sir Richard Branson, Mark Zuckerberg, or J.K. Rowling. Be Limitless!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Nikmat Tertinggi

Imaduddin Abdurrahim, Bang Imad, pernah menceritakan 3 tingkatan nikmat manusia yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan, dan nikmat hidayah.
Yang paling rendah adalah nikmat hidup. Bisa makan dan minum, sehat wal afiat, ganteng cantik rupawan, pasangan mesra serasi, bisnis pekerjaan sukses berhasil, tabungan melimpah, dsb itu nikmat yang paling rendah tingkatannya. Semuanya gratis. Semuanya mendapatkan. Semuanya tersedia di alam raya ini. Asal berupaya berusaha, hitungan matematisnya dipastikan mudah terwujud. Namun bila ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kita, masuklah kita terdesak, terancam, disuruh pilih hidup atau mati, maka nikmat hidup pun kalah, turun derajatnya jauh sekali, sebatas peluru yang siap ditembakkan.
Kemudian bila kita memilih untuk hidup, namun tetap dengan ancaman di bawah todongan pistol, disuruh pilih hidup sebagai budak atau mati sebagai insan merdeka, maka kehidupan, sebagai budak di dunia ini, 24 jam dalam sehari, bisa diperintah apa saja, menolak bera…

Berkelas Dunia

Ada perbedaan mendasar antara perusahaan Global dengan perusahaan World Class. Perusahaan global berarti ada kegiatan operasi bisnis yang terjadi secara global, lintas negara, multi-national corporations, tidak memandang skala usaha. Asalkan sudah membuka kantor perwakilan di berbagai negara, perusahaan globallah ia. Sedang perusahaan kelas dunia berarti ada skala ekonomi bisnis tingkat dunia, kapitalisasi pasar yang sangat besar, dimana kebijakan strategis yang diambil perusahaan dapat mengubah lanskap industri dan kehidupan masyarakat dunia. Singkatnya, walau tak memiliki kantor perwakilan di berbagai negara namun pengaruhnya terasa ke seluruh dunia. 
Menurut Profesor Bartlett dari Harvard Business School, istilah perusahaan global itu sendiri sudah cukup usang, karena siapapun kini bisa berinteraksi secara global melayani pelanggan dari berbagai negara, kapanpun, dimanapun. Yang kemudian membedakannya dengan perusahaan kelas dunia adalah skala ekonomi bisnisnya. Apakah sebesar per…