Langsung ke konten utama

Dunia Perusahaan

Apakah yang terlintas di benak sahabat saat mendengar kata Coca Cola, Google, McDonalds, Microsoft, Nokia, atau Toyota? Tepat sekali. Semuanya adalah nama perusahaan-perusahaan kelas dunia. Interbrand, lembaga riset dan konsultasi marketing terkemuka, dalam laporannya di tahun 2011 ini menempatkan nama-nama tersebut ke dalam daftar teratas dari 100 merek perusahaan yang paling bernilai di dunia. Kesimpulan ini diperoleh setelah meninjau dengan seksama sebanyak 3 kriteria utama atas nilai yang berlaku di perusahaan, yakni kinerja finansial, permintaan pasar, dan kekuatan merek perusahaan.

Daftar yang dikenal dengan sebutan Top 100 Best Global Brands tersebut tentu saja tidaklah dapat diraih oleh sembarang perusahaan. Keunggulan produk, kompetensi karyawan, layanan pelanggan, dan budaya kerja, antara lain merupakan hal mendasar yang sangat dijunjung tinggi oleh perusahaan yang berhasil meraihnya. Mereka senantiasa berupaya pula untuk melakukan inovasi, menekuni riset produksi, mengelola strategi pengembangan, dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara-cara yang terbaik, berbekal visi, misi, dan nilai-nilai yang dipegang teguh sejak berdirinya pertama kali hingga saat ini. Sehingga, identitas merekapun jelas dan konsisten di dunia bisnis mulai dari bidang industrinya bahkan hingga kelas produknya, yang dalam hal ini diceritakan dengan cukup baik oleh C.K. Prahalad dalam karyanya “The Fortune at The Bottom of The Pyramid”.

Di setiap pergantian tahun, semua perusahaan tersebut secara rutin pula menetapkan target yang realistis untuk dicapai bersama-sama, melalui strategi dan taktik yang efektif dalam 365 hari ke depannya. Dengan segenap sumber daya yang dimiliki dibidang keuangan, SDM, teknologi, jaringan, sistem kerja, dan infrastruktur, mereka bersiap menyambut persaingan pasar yang kian sengit dengan agresifitas dari para pesaing, terutama kehadiran para pesaing baru. Namun anehnya, semakin banyak perusahaan baru yang lahir dan tumbuh, pasar yang diperebutkan di suatu bidang tidaklah menjadi berkurang melainkan justru bertambah besar. Ungkapan “money never sleeps” di dunia bisnis, amatlah terasa tepat dalam hal ini. Walau terkadang keadaan pasar tak selalu dapat berjalan mulus seperti apa yang diperkirakan, namun para perusahaan tersebut tak pernah berhenti berupaya untuk meraih cita-cita tertingginya, yaitu sebuah kebermanfaatan yang dapat berlangsung secara terus-menerus, bagi para pelanggan, karyawan, pemilik, masyarakat, dan juga negara-bangsa. Competitive sustainable advantage.

Hal semacam ini sungguh dapat menjadi metafor yang berharga bagi kita semuanya. Bahwa jika sebuah perusahaan saja menjalankan kehidupannya sedemikian rupa dengan cara yang efektif dan produktif sepanjang kiprahnya di dunia bisnis, maka sepatutnya pulalah kehidupan kita sebagai manusia selama masih bernafas di muka bumi ini.

Saat sahabat sedang membaca tulisan ini, sejenak pula kita dapat meluangkan waktu untuk bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah visi, misi, dan nilai-nilai yang kita pegang teguh selama ini di dalam kehidupan? Di dalam berfikir, bertutur, dan bertingkah-laku? Apakah standar, panduan, serta pedoman dari semua perilaku kita di dalam keseharian? Apakah pula cita-cita kita yang tertinggi? Jika seandainya seluruh pekerjaan di dunia ini mendapatkan bayaran yang sama, maka pekerjaan apakah yang akan kita jalani saat ini? Hal-hal apakah yang sudah kita tetapkan dengan jelas untuk dapat diraih semasa hidup? Bagaimanakah cara dan jalan yang efektif untuk mewujudkannya? Apakah yang kita perlukan untuk diubah, dikurangi, dan ditambah mulai saat ini juga? Karena seperti apa yang sering dituturkan oleh Anthony Robbins di dalam banyak kesempatan, boleh jadi, pola pikir, kebiasaan, perilaku, dan karakter kita hari ini, adalah pola pikir, kebiasaan, perilaku, dan karakter lama, yang tak pernah lagi kita tinjau dan perbaiki, sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman, bahkan sudah sejak bertahun-tahun yang lalu.

Memasuki masa depan yang kian penuh tantangan, hal-hal apa sajakah yang akan kita berikan, lakukan, dan wujudkan? Kapan, dimana, dan bersama siapa? Hal-hal apakah pula yang mutlak kita perlukan? Dan yang paling penting dari semuanya adalah, untuk apa dan mengapa sehingga kita terbangun setiap pagi dan melanjutkan kehidupan? Berapapun usia sahabat saat ini, selamat melanjutkan perjalanan, semoga bertambah kesehatan, kebijaksanaan, ilmu, keterampilan, kebaikan, kebahagiaan, dan kukuh senantiasa silaturahim serta persaudaraan.

“The best thing about the future is that it comes one day at a time” ~Abraham Lincoln~

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mazhab Perubahan

Setelah satu tahun sudah berupaya maksimal sedemikian rupa untuk mencapai target-target yang ditetapkan di awal tahun kemarin, kini perusahaan dan organisasi menemui batas akhirnya. Seberapa baik the bottom line, profitabilitas, adalah inti dari semua target pencapaian satu tahun berjalan. Ada yang berhasil gemilang, ada yang biasa saja, ada pula yang tidak berhasil dan bahkan merugi. Belum lagi bila dibandingkan tingkat pertumbuhannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tren pencapaian grup industri sejenis, dst. Namun pimpinan yang bijak tentu akan mencermatinya dengan kaca mata yang sedikit berbeda. Look on the bright side, inilah sejatinya kepemimpinan.

Walau Profit tak sesuai harapan di tahun ini, tetapi boleh jadi Process semakin baik, semakin efektif, semakin efisien. Mungkin juga Product semakin berkualitas, semakin sedikit cacatnya, semakin sedikit komplainnya, semakin diakui dunia, semakin inovatif. Atau yang terpenting People semakin produktif, semakin kreatif, sem…

Keraguan Hati

Syahdan, Haji Agus Salim tengah mengambil wudhu hendak salat zuhur. Sutan Sjahrir yg agak liberal kritis berkomentar. Kenapa engkau salat tuanku Haji Agus Salim? Apakah engkau pernah melihat Nabi, Tuhan, dan Akhirat? Kenapa kau melakukan sesuatu yg tak kau mengerti sama sekali? Agus Salim menjawab. Kenapa sutan mudik naik kapal laut? Kenapa sutan percaya sekali pada nakhoda nya akan diantarkan selamat sampai tujuan? Apakah sutan mengerti dan paham secara detil kapal laut bisa tak tenggelam di air walau beratnya berton-ton? Sutanpun tertegun dan menggangguk.

Berpuasa, zakat, salat, dll. ritual agama adalah wilayah metafisika. Di luar nalar dan logika manusia. Bagaimana quran dlm bahasa arab bisa dihapal ribuan ayatnya oleh anak kecil 5 tahun yg bukan berbangsa arab, bahkan yg tak bisa baca dan tulis dalam huruf alfabet. Dsb.

Ibadah/ritual yang kita lakukan itu pun bermacam-macam pula motivasinya. Dari buku Lentera Hati oleh Ustadz Quraish Shihab setidaknya ada 4:

Pertama, Ibadahnya pa…

Avengers: Infinity War

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Hemsworth, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Zoe Saldana
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Captain America, Black Panther, Doctor Strange, Hulk, Iron Man, Spiderman, Thor, dll. tergabung dalam Avengers, regu super hero penyelamat bumi, bersatu untuk ngalahin Thanos, musuh terkuatnya sampe saat ini, dalam semesta raya Marvel Comics. Bukan sekedar tokoh jahat yang harus dilawan bareng, Thanos juga punya nilai idealismenya sendiri. Ada humor, romansa, ancaman-kali ini-tingkat semesta, ditutup dengan perang kolosal. Ya 100% persislah dengan film Marvel Superheroes yang lain. Ceritanya ngebosenin, karena banyak banget pemainnya, sementara porsi tampil harus diatur dalam durasi 2,5 jam. Jadi sepanjang film adegannya cuma tempur dan tempur, ledakan dan ledakan. Rada tanggung juga karena ternyata film ini bagian pertama dari 2 film, jadi bersambung. Rilis lanjutannya tahun depan... Capek deh