Langsung ke konten utama

Seni Negosiasi

Beberapa waktu yang lalu tim kami diundang oleh sebuah BUMN untuk mengikuti tender pengembangan kapasitas bagi segenap karyawannya. Undangan ini ditujukan kepada lebih dari 30 perusahaan swasta yang sebagian besar merupakan perusahaan asing ternama di Indonesia. Hal ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat bisnis perusahaan pelat merah tersebut dalam rangka menyongsong tahun baru 2012. Tahun depan mereka berencana menerbitkan saham baru terbatas (right issue) dengan target pendapatan lebih dari 1 triliun rupiah. Setelah menerima detail persyaratan administrasinya, tim kami pun mulai mempersiapkan diri guna memenangkan tender tersebut walau belum pernah mendapat proyek kerja sama sebelumnya.

Semua persyaratan administrasi yang diperlukan dalam tender kami lengkapi dan berikan. Informasi terbaru mengenai perusahaan tersebut kami pelajari dan kumpulkan. Data bisnis dan industri sejenis juga kami cari dan petakan. Tak kurang, rekan yang masih berkecimpung di industri yang sama dengan BUMN tersebut, pun kami hubungi guna mendapat gambaran tentang perkembangan keadaan. Kemudian tibalah undangan selanjutnya bagi tim kami setelah menyelesaikan tahap administrasi, menyampaikan presentasi guna negosiasi penawaran. Perusahaan yang berhasil lolos di tahap ini akan menjadi pemenang tender kali ini.

Sebelum hari pelaksanaan, tim kami menghubungi pihak penyelenggara dan menanyakan beberapa poin penting antara lain tentang audiens presentasi kami dan kebiasaan umum yang berlaku di BUMN tersebut. Sesuai info yang didapatkan, tim kami kemudian bekerja mencari tahu lebih jauh tentang para audiens presentasi. Tempat tinggal mereka, usia, hobi, organisasi, pendidikan, kenalan, riwayat karir, keluarga, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan mereka, yang bersumber dari majalah dan social media. Tim kami tak ingin melewatkan peluang kerja sama ini dan hal-hal inilah yang kami lakukan.

Di hari presentasi yang telah ditentukan, tim kami berjumlah 3 orang sesuai dengan jumlah audiens presentasi. Dress code BUMN tersebut pada hari Jumat adalah memakai batik, dan tim kami pun melakukan hal yang sama. Tim kami menyapa satu demi satu audiens dan berbincang sejenak tentang kiprah mereka di dunia bisnis sepanjang yang diketahui dalam sesi perkenalan. Tim kami juga memaparkan perhatian akan isu-isu terbaru dari bisnis BUMN tersebut dan juga success story mereka selama ini. Cara berbicara, intonasi suara, pandangan mata, dan gerak tubuh dari para audiens selama penyampaian presentasi oleh tim kami juga ditiru dan disamakan. Tim kami menjawab setiap pertanyaan dari audiens tanpa ragu dan terbata-bata saat diskusi sesuai objection handling script yang sudah disiapkan. Pada hari itu, tim kami berupaya tampil sebagai calon partner yang menyenangkan dan menguntungkan bagi BUMN tersebut hingga selesainya sesi presentasi.

Dan akhirnya, setelah menunggu selama 2 minggu sejak hari presentasi tersebut, dengan disertai follow up yang intens dari staf client relation kami, tim kami pun dinyatakan memenangkan tender tersebut mengalahkan puluhan peserta lainnya, yang semuanya diwajibkan menggunakan harga penawaran yang sama untuk menghindari bias dan kecurangan. Kali ini, kita teringat kembali kata-kata Sun Tzu bahwa “good preparation is half winning”, jangan pernah bernegosiasi jika tidak benar-benar yakin dan siap !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmat Tertinggi

Imaduddin Abdurrahim, Bang Imad, pernah menceritakan 3 tingkatan nikmat manusia yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan, dan nikmat hidayah.
Yang paling rendah adalah nikmat hidup. Bisa makan dan minum, sehat wal afiat, ganteng cantik rupawan, pasangan mesra serasi, bisnis pekerjaan sukses berhasil, tabungan melimpah, dsb itu nikmat yang paling rendah tingkatannya. Semuanya gratis. Semuanya mendapatkan. Semuanya tersedia di alam raya ini. Asal berupaya berusaha, hitungan matematisnya dipastikan mudah terwujud. Namun bila ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kita, masuklah kita terdesak, terancam, disuruh pilih hidup atau mati, maka nikmat hidup pun kalah, turun derajatnya jauh sekali, sebatas peluru yang siap ditembakkan.
Kemudian bila kita memilih untuk hidup, namun tetap dengan ancaman di bawah todongan pistol, disuruh pilih hidup sebagai budak atau mati sebagai insan merdeka, maka kehidupan, sebagai budak di dunia ini, 24 jam dalam sehari, bisa diperintah apa saja, menolak bera…

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Empati Prabowo

Banyak yang tanya mengapa Prabowo. Alasan saya sederhana saja. Waktu itu akhir tahun 2008. Saat itu saya masih bekerja di Arbe Styrindo, sebuah perusahaan B2B Petrokimia yang pabriknya berlokasi di Cilegon, Banten. Saya berkantor di Jakarta beserta unit G&A lainnya tepatnya di Sampoerna Strategic Square.
Tahun-tahun itu partai Gerindra banyak beriklan di TV. Tidak sekalipun saya simpatik. Saya juga dengar pimpinannya Pak Prabowo adalah aktor intelektual kerusuhan mei 98, dalang penculikan mahasiswa, pernah lari ke Yordania, dsb. Tapi dalam salah satu kunjungan saya ke pabrik kami waktu itu, pandangan saya berubah perlahan. Kepala Security pabrik kami yang cukup berumur, Pak Agus, suatu kali menceritakan tentang Komandannya, Jenderal Prabowo. Kebetulan Pak Agus adalah salah satu pensiunan prajurit TNI yang pernah mengenal, melihat, dan merasakan langsung kepemimpinan Sang Jenderal.
Pak Prabowo dalam pandangan Pak Agus adalah sosok yang berani dan peduli kepada anak buahnya. Kalo P…