Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Nikmat Tertinggi

Imaduddin Abdurrahim, Bang Imad, pernah menceritakan 3 tingkatan nikmat manusia yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan, dan nikmat hidayah.
Yang paling rendah adalah nikmat hidup. Bisa makan dan minum, sehat wal afiat, ganteng cantik rupawan, pasangan mesra serasi, bisnis pekerjaan sukses berhasil, tabungan melimpah, dsb itu nikmat yang paling rendah tingkatannya. Semuanya gratis. Semuanya mendapatkan. Semuanya tersedia di alam raya ini. Asal berupaya berusaha, hitungan matematisnya dipastikan mudah terwujud. Namun bila ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kita, masuklah kita terdesak, terancam, disuruh pilih hidup atau mati, maka nikmat hidup pun kalah, turun derajatnya jauh sekali, sebatas peluru yang siap ditembakkan.
Kemudian bila kita memilih untuk hidup, namun tetap dengan ancaman di bawah todongan pistol, disuruh pilih hidup sebagai budak atau mati sebagai insan merdeka, maka kehidupan, sebagai budak di dunia ini, 24 jam dalam sehari, bisa diperintah apa saja, menolak bera…

Sesembahan Insan

Tidak mungkin selama hidupnya seseorang itu atheist. Tidak percaya tuhan. Tidak logis. Bahkan bila ada yang berkata aku tidak percaya dengan sesuatu apapun di dunia ini, maka pernyataannya ini juga sesuatu hal yang kontradiktif. Ia harus bisa membuktikan bahwa betul-betul tidak ada lagi yang ia percayai di dunia ini. Padahal, setidaknya, ia masih percaya dengan isi pernyataannya sendiri tersebut. Jadi sungguh tidak masuk akal pernyataan seperti ini. Tidak logis.

Dan tuhan itu, ilah dalam bahasa arab, tak otomatis berarti merujuk pada The Creator of The Universe. Bang Imad dalam bukunya yang terkenal "Kuliah Tauhid" menjelaskan, dalam quran surah Al-Jatsiyah ayat 23, surah Al-Furqan ayat 43, dan surah Al-Qashash ayat 38 misalnya, tuhan, sesembahan, yang dipercayai; itu bisa berarti hawa nafsu, keinginan pribadi, bahkan seperti seorang Firaun, tuhan itu adalah dirinya sendiri, seorang manusia biasa yang mengganggap dirinya tuhan. Karenanya, tuhan bisa didefinisikan sebagai seg…