Langsung ke konten utama

Sesembahan Insan

Tidak mungkin selama hidupnya seseorang itu atheist. Tidak percaya tuhan. Tidak logis. Bahkan bila ada yang berkata aku tidak percaya dengan sesuatu apapun di dunia ini, maka pernyataannya ini juga sesuatu hal yang kontradiktif. Ia harus bisa membuktikan bahwa betul-betul tidak ada lagi yang ia percayai di dunia ini. Padahal, setidaknya, ia masih percaya dengan isi pernyataannya sendiri tersebut. Jadi sungguh tidak masuk akal pernyataan seperti ini. Tidak logis.

Dan tuhan itu, ilah dalam bahasa arab, tak otomatis berarti merujuk pada The Creator of The Universe. Bang Imad dalam bukunya yang terkenal "Kuliah Tauhid" menjelaskan, dalam quran surah Al-Jatsiyah ayat 23, surah Al-Furqan ayat 43, dan surah Al-Qashash ayat 38 misalnya, tuhan, sesembahan, yang dipercayai; itu bisa berarti hawa nafsu, keinginan pribadi, bahkan seperti seorang Firaun, tuhan itu adalah dirinya sendiri, seorang manusia biasa yang mengganggap dirinya tuhan. Karenanya, tuhan bisa didefinisikan sebagai segala sesuatu, baik abstrak (nafsu, keinginan pribadi, dll) maupun benda nyata (Firaun atau raja, atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja, dll), yang dipentingkan oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai atau didominansi oleh sesuatu itu.

Penting itu termasuk pula dipuja, dicintai, diagungkan, diharap-harapkan dapat memberikan kegembiraan, dan termasuk pula ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian, sedemikian hebatnya. Apapun saja. Yang pasti ialah manusia itu tidak mungkin atheist, tidak mungkin tidak bertuhan. Berdasarkan logika quran bagi setiap manusia mesti ada sesuatu yang dipertuhankannya. Orang komunis pun pada hakikatnya bertuhankan ideologi dan utopia mereka, yaitu terciptanya masyarakat komunis, di mana setiap orang boleh bekerja menurut kemampuan masing-masing dan mendapatkan penghasilan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, sama rata sama rasa, adil sempurna. Inilah tuhan mereka.

Perkataan ilah di dalam quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun), ganda (muthanna: ilaahaini), dan banyak (jama’: aalihatun). Bertuhan satu itu monotheist, bertuhan banyak itu polytheist, tapi bertuhan nol atau atheist itu tidak mungkin. Karenanya di dalam quran tidak ditemukan atau dijelaskan satupun kata tentang orang yang tidak bertuhan. Yang ada adalah orang yang menutup diri tidak percaya dan menolak akan kebenaran.

Ulasan ini menyisakan refleksi kepada diri kita pribadi. Siapakah tuhan kita selama ini? Sampai usia kita saat ini 30, 50, atau bahkan 70 tahun? Apakah uang, harta, tahta, popularitas, kejayaan, kecantikan, dsb yang sedemikian hebatnya kita pentingkan agungkan puja dan puji siang dan malam menggerakkan mendominansi hidup kita sehingga kita akhirnya tersadar betapa ajal dan kematian bisa datang kepada diri kita hari ini juga. Sudah siapkah kita? Kemana kita akan pergi setelah tiada? Seperti apa keluarga tetangga sahabat kolega dan semua yang mengenal diri kita semasa hidup akan mengenang kepergian kita?

Your life is your true temple kata Khalil Gibran.
Hidupmu adalah tempat ibadahmu yang sesungguhnya..

Semoga berhikmah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Nikmat Tertinggi

Imaduddin Abdurrahim, Bang Imad, pernah menceritakan 3 tingkatan nikmat manusia yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan, dan nikmat hidayah.
Yang paling rendah adalah nikmat hidup. Bisa makan dan minum, sehat wal afiat, ganteng cantik rupawan, pasangan mesra serasi, bisnis pekerjaan sukses berhasil, tabungan melimpah, dsb itu nikmat yang paling rendah tingkatannya. Semuanya gratis. Semuanya mendapatkan. Semuanya tersedia di alam raya ini. Asal berupaya berusaha, hitungan matematisnya dipastikan mudah terwujud. Namun bila ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kita, masuklah kita terdesak, terancam, disuruh pilih hidup atau mati, maka nikmat hidup pun kalah, turun derajatnya jauh sekali, sebatas peluru yang siap ditembakkan.
Kemudian bila kita memilih untuk hidup, namun tetap dengan ancaman di bawah todongan pistol, disuruh pilih hidup sebagai budak atau mati sebagai insan merdeka, maka kehidupan, sebagai budak di dunia ini, 24 jam dalam sehari, bisa diperintah apa saja, menolak bera…

Empati Prabowo

Banyak yang tanya mengapa Prabowo. Alasan saya sederhana saja. Waktu itu akhir tahun 2008. Saat itu saya masih bekerja di Arbe Styrindo, sebuah perusahaan B2B Petrokimia yang pabriknya berlokasi di Cilegon, Banten. Saya berkantor di Jakarta beserta unit G&A lainnya tepatnya di Sampoerna Strategic Square.
Tahun-tahun itu partai Gerindra banyak beriklan di TV. Tidak sekalipun saya simpatik. Saya juga dengar pimpinannya Pak Prabowo adalah aktor intelektual kerusuhan mei 98, dalang penculikan mahasiswa, pernah lari ke Yordania, dsb. Tapi dalam salah satu kunjungan saya ke pabrik kami waktu itu, pandangan saya berubah perlahan. Kepala Security pabrik kami yang cukup berumur, Pak Agus, suatu kali menceritakan tentang Komandannya, Jenderal Prabowo. Kebetulan Pak Agus adalah salah satu pensiunan prajurit TNI yang pernah mengenal, melihat, dan merasakan langsung kepemimpinan Sang Jenderal.
Pak Prabowo dalam pandangan Pak Agus adalah sosok yang berani dan peduli kepada anak buahnya. Kalo P…