Langsung ke konten utama

Susah Sinyal

Tahun produksi: 2017
Sutradara: Ernest Prakasa
Pemain: Ardinia Wirasti, Asri Welas, Ernest Prakasa
Genre: Komedi

CERITA: 
Terus terang mengada-ada banget ya. Entah karena komedi atau apa, kurang realistis lah. Masa iya ada anak gak harmonis hubungan bertahun-tahun dengan orang tuanya, tapi tetap tinggal serumah seolah gak ada masalah. Ya kalo setahun dua tahun. Lah ini bertahun-tahun. Non sense. Hehehe.. Dan tetiba, anak kabur dari rumah berlibur ke Flores seorang diri. Sampe akhirnya harmonis lagi dengan sang ibu di akhir cerita. Itu pun maksa akurnya, diem bertahun-tahun tentang perceraiannya eh cuma butuh gak sampe 5 menit untuk jujur dan that's it. End of the story. Filmnya gak bikin ngantuk sih, kadang bikin ketawa, cuma beberapa adegan terkesan lebay juga. Reporter gosip, tamu hotel, dll. Jadi kita bingung ini lebih ke komedinya apa dramanya yang mau diangkat. Satu lagi.. Sewaktu nonton serasa lagi nonton film Blended (2014) karena ada beberapa yang mirip inti adegannya.

MOMEN TERBAIK:
Bisa dipastiin gak ada menurutku ya. 

QUOTES INSPIRATIF:
Kalo semua kamu nilai dari sisi negatif kapan kamu bahagianya Ellen.. Kata neneknya Kiara

Itu semua demi kamu, Mama kerja buat biayain hidup kamu! Oh jadi aku harus bayar ke mama semuanya? Debatnya Ellen dan Kiara. 

PESAN MORAL:
Bekerja keras demi karir oke terlebih untuk single parent, tapi perhatian ke anak jangan terlewat. 

REKOMENDASI:
Monggo buat yang cari ketawa ketiwi sedang, tapi bukan buat yang cari quality.

SKOR:5,5




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opsi Strategi

Dalam persaingan di bidang apapun terdapat juara, the number one, yang mutlak mengungguli semua pesaingnya. Mulai dari kejuaraan sekolah, pertandingan olahraga, persaingan bisnis, pemilihan umum, perang militer, hingga indeks peringkat negara di dunia seperti Human Development Index atau Global Competitiveness Index, semuanya menggambarkan dengan jelas, bahwa memenangkan persaingan berarti meraih keberhasilan, mencapai suatu hal yang relatif penting dan bernilai sebagai tujuan. Cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan ini disebut dengan strategi, sebuah game plan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Strategi, dengan demikian berfokus kepada tujuan penting dan bernilai yang ingin dicapai (goal-oriented), bercerita tentang masa depan dan bukan masa lalu (future-oriented), serta merupakan langkah yang akan ditempuh secara disiplin dan konsisten (action-oriented).
Prinsip-prinsip ini secara umum adalah sama penerapannya di semua aspek kehidupan. Mulai dari strategi Gerilya Pa…

Nikmat Tertinggi

Imaduddin Abdurrahim, Bang Imad, pernah menceritakan 3 tingkatan nikmat manusia yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan, dan nikmat hidayah.
Yang paling rendah adalah nikmat hidup. Bisa makan dan minum, sehat wal afiat, ganteng cantik rupawan, pasangan mesra serasi, bisnis pekerjaan sukses berhasil, tabungan melimpah, dsb itu nikmat yang paling rendah tingkatannya. Semuanya gratis. Semuanya mendapatkan. Semuanya tersedia di alam raya ini. Asal berupaya berusaha, hitungan matematisnya dipastikan mudah terwujud. Namun bila ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kita, masuklah kita terdesak, terancam, disuruh pilih hidup atau mati, maka nikmat hidup pun kalah, turun derajatnya jauh sekali, sebatas peluru yang siap ditembakkan.
Kemudian bila kita memilih untuk hidup, namun tetap dengan ancaman di bawah todongan pistol, disuruh pilih hidup sebagai budak atau mati sebagai insan merdeka, maka kehidupan, sebagai budak di dunia ini, 24 jam dalam sehari, bisa diperintah apa saja, menolak bera…

Empati Prabowo

Banyak yang tanya mengapa Prabowo. Alasan saya sederhana saja. Waktu itu akhir tahun 2008. Saat itu saya masih bekerja di Arbe Styrindo, sebuah perusahaan B2B Petrokimia yang pabriknya berlokasi di Cilegon, Banten. Saya berkantor di Jakarta beserta unit G&A lainnya tepatnya di Sampoerna Strategic Square.
Tahun-tahun itu partai Gerindra banyak beriklan di TV. Tidak sekalipun saya simpatik. Saya juga dengar pimpinannya Pak Prabowo adalah aktor intelektual kerusuhan mei 98, dalang penculikan mahasiswa, pernah lari ke Yordania, dsb. Tapi dalam salah satu kunjungan saya ke pabrik kami waktu itu, pandangan saya berubah perlahan. Kepala Security pabrik kami yang cukup berumur, Pak Agus, suatu kali menceritakan tentang Komandannya, Jenderal Prabowo. Kebetulan Pak Agus adalah salah satu pensiunan prajurit TNI yang pernah mengenal, melihat, dan merasakan langsung kepemimpinan Sang Jenderal.
Pak Prabowo dalam pandangan Pak Agus adalah sosok yang berani dan peduli kepada anak buahnya. Kalo P…