Langsung ke konten utama

Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi


Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ali Eunoia & Bobby Prasetyo
Pemain: Acha Septriasa, Ario Bayu, Wulan Guritno
Genre: Drama

CERITA: 
Seorang ibu yang mengambil alih peran suaminya jadi tulang punggung keluarga. Melalui entrepreneurship, jadi seorang businesswoman. Mungkin film ini terinspirasi dari film The Intern (2015) karena ceritanya rada-rada mirip, seorang sosialita bisnis di bidang fashion juga, dengan konflik peran suami dan istri, plus bumbu drama orang ketiga. Tapi aseli, film ini ngebosenin. Pake banget. Hehehe... Cerita sukses bisnisnya kurang detail, kurang dieksplor, konfliknya juga, belum lagi dialog antar pemain. Kadang bilang aku, kadang bilang saya. Rasanya gak ada deh suami istri bilang saya-kamu. Gw elo iya. Aku kamu oke. Kalo saya, anda kali yang pas. Itu juga di kantor kan bukan di rumah. Ceritanya gak ngalir, terkesan buru-buru. Penonton belum paham, eh udah ganti topik lagi. Jadi nonton film ini terasa lamaaa... Huahhh... #dahsyatbikinngantuknya. Scene fashion show di dalam gerbong kereta KRL Jabodetabek?? Maksa. Gak pas. Khayali lah ya. Ada2 aja. Intinya ya kalo dibandingin dengan film-film entrepreneurship kayak The Social Network (2010) atau The Founder (2016), penonton gak dapet kualitas dramanya. Blas.

MOMEN TERBAIK:
Sewaktu Tika nangis sendirian selepas suami dan anak-anaknya ninggalin rumah

QUOTES INSPIRATIF:
Jangan sampai gagal ya, jangan bikin malu saya! Kata Bu Duriyah, Bosnya Tika

PESAN MORAL:
Semua kesuksesan karir kita ngak ada artinya tanpa kebahagiaan dari anggota keluarga

REKOMENDASI:
Gak. Tapi silahkan buat yang mau nonton

SKOR:5,0




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Nikmat Tertinggi

Imaduddin Abdurrahim, Bang Imad, pernah menceritakan 3 tingkatan nikmat manusia yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan, dan nikmat hidayah.
Yang paling rendah adalah nikmat hidup. Bisa makan dan minum, sehat wal afiat, ganteng cantik rupawan, pasangan mesra serasi, bisnis pekerjaan sukses berhasil, tabungan melimpah, dsb itu nikmat yang paling rendah tingkatannya. Semuanya gratis. Semuanya mendapatkan. Semuanya tersedia di alam raya ini. Asal berupaya berusaha, hitungan matematisnya dipastikan mudah terwujud. Namun bila ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kita, masuklah kita terdesak, terancam, disuruh pilih hidup atau mati, maka nikmat hidup pun kalah, turun derajatnya jauh sekali, sebatas peluru yang siap ditembakkan.
Kemudian bila kita memilih untuk hidup, namun tetap dengan ancaman di bawah todongan pistol, disuruh pilih hidup sebagai budak atau mati sebagai insan merdeka, maka kehidupan, sebagai budak di dunia ini, 24 jam dalam sehari, bisa diperintah apa saja, menolak bera…

Berkelas Dunia

Ada perbedaan mendasar antara perusahaan Global dengan perusahaan World Class. Perusahaan global berarti ada kegiatan operasi bisnis yang terjadi secara global, lintas negara, multi-national corporations, tidak memandang skala usaha. Asalkan sudah membuka kantor perwakilan di berbagai negara, perusahaan globallah ia. Sedang perusahaan kelas dunia berarti ada skala ekonomi bisnis tingkat dunia, kapitalisasi pasar yang sangat besar, dimana kebijakan strategis yang diambil perusahaan dapat mengubah lanskap industri dan kehidupan masyarakat dunia. Singkatnya, walau tak memiliki kantor perwakilan di berbagai negara namun pengaruhnya terasa ke seluruh dunia. 
Menurut Profesor Bartlett dari Harvard Business School, istilah perusahaan global itu sendiri sudah cukup usang, karena siapapun kini bisa berinteraksi secara global melayani pelanggan dari berbagai negara, kapanpun, dimanapun. Yang kemudian membedakannya dengan perusahaan kelas dunia adalah skala ekonomi bisnisnya. Apakah sebesar per…