Langsung ke konten utama

Fondasi Perubahan

Manakah yang lebih penting untuk dibangun dan dikembangkan guna kesuksesan perusahaan dan organisasi: people, leadership, competency, the driver factors, ataukah system, management, technology, the enabler factors?

Orang yang tidak tepat, pejabat lama yang tidak kompeten, langsung bisa diganti dengan pejabat baru. Tetapi bila sistem manajemennya tetap tiada berubah, dapat dipastikan tidak akan ada kejutan kinerja istimewa apapun dari pejabat baru tersebut. Lambat laun, seiring waktu, si pejabat ini juga akan digantikan lagi dengan orang yang baru. Insinyur terbaik di dunia sekalipun tidak akan berdaya bila masuk ke dalam organisasi yang lembam dan menutup diri dengan perubahan. 

Begitu pula, sistem yang lawas dan sudah tertinggal jauh, langsung bisa diganti dengan yang paling updated. Tetapi bila karyawan belum siap dan terbiasa menggunakannya akan percuma belaka. Betapa banyak kebijakan, prosedur, Undang-Undang, sistem aplikasi, rencana strategis, bahkan slogan dan iklan sosialisasi yang enak dan bagus untuk dibaca, namun tidak pernah terealisasi dan dieksekusi. Ibarat mobil Ferrari yang bermacet ria di tengah kota setiap hari, kadang kala pendekatan kesisteman terlalu mengagungkan aspek teknis semata tanpa mempertimbangkan aspek tata kelola. Adopsi kesisteman yang bernilai milyaran itupun akhirnya harus dianulir kembali pengadaannya karena dirasa ternyata tidaklah terlalu dibutuhkan.

Belajar dari sejarah Singapura, negara kecil tanpa sumber daya alam dengan kemiskinan dan segudang masalah di awal kemerdekaannya, kini telah berhasil bertransformasi menjadi salah satu negara maju di dunia, pertanyaan diatas dapat kita jawab dengan mudah. Bahwa terutama dan utama, yang mutlak diperlukan adalah suatu kepemimpinan puncak yang visioner, yang memiliki rencana dan kemampuan untuk mengatur eksekusinya sedemikian rupa, agar tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat anggaran. "Greater is an army of sheep led by a lion, than an army of lions led by a sheep" kata Daniel Defoe.

Setiap Pimpinan Puncak dimanapun, wajib memastikan bahwa ada bagian dan unit kerja yang melapor langsung kepadanya, menangani masuknya bibit-bibit unggul ke dalam organisasi, mulai dari jajaran manajemen hingga pelaksana. Manusia dengan fisik, kecerdasan, keterampilan, dan karakter seperti apa yang menjadi ciri khas organisasi haruslah jelas modelnya, agar mudah dibentuk dan dibangun di masa depan. Semua produk akan standar hasilnya bila disiplin mengikuti prototipe yang ada. Melalui seperangkat kurikulum pembelajaran berjenjang, bahan ajar ilmu yang lengkap berdasarkan job family masing-masing dan peran manajerial, para atasan dan pengajar yang cakap, metode ujian kelulusan yang ketat, skema reward dan punishment yang jelas, hingga fasilitas dan grup pembelajaran yang dapat diakses 24/7, kompetensi individual akan bersinergi menjadi kapabilitas kolektif budaya organisasi yang berpengetahuan.  

Kesimpulannya tentu saja, membangun manusia, mengembangkan lebih banyak lagi pemimpin, adalah hal yang lebih prioritas daripada mengembangkan hal-hal yang bersifat kesisteman semata. Orang yang bisa mengemudi terlebih dahulu barulah kemudian mobilnya, apakah Kijang, Ferrari, atau bahkan pesawat terbang. Umat yang terbiasa beribadah ritual beramai-ramai terlebih dahulu, barulah kemudian tempat ibadahnya yang besar dan megah. Para karyawan yang unggul dan siap berubah, barulah kemudian teknologi tinggi dan aneka inovasi manajemen lainnya. Untuk sebuah fondasi perubahan, efektif terlebih dahulu efisien kemudian. 

Pasca kejadian bom di Hiroshima Nagasaki, sebuah kisah yang menarik bahwa Kaisar Hirohito tidak menanyakan berapa jumlah tentara yang masih siap untuk berperang kepada para jenderalnya, melainkan "Berapa jumlah guru yang tersisa?". Karena, ujar Kaisar Hirohito, "Kita telah jatuh, kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang. Tapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak belajar bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka kumpulkanlah seluruh guru yang masih tersisa di kerajaan ini. Mulai sekarang, kepada merekalah kita akan bertumpu bukan kepada kekuatan pasukan".



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Avengers: Infinity War

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Hemsworth, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Zoe Saldana
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Captain America, Black Panther, Doctor Strange, Hulk, Iron Man, Spiderman, Thor, dll. tergabung dalam Avengers, regu super hero penyelamat bumi, bersatu untuk ngalahin Thanos, musuh terkuatnya sampe saat ini, dalam semesta raya Marvel Comics. Bukan sekedar tokoh jahat yang harus dilawan bareng, Thanos juga punya nilai idealismenya sendiri. Ada humor, romansa, ancaman-kali ini-tingkat semesta, ditutup dengan perang kolosal. Ya 100% persislah dengan film Marvel Superheroes yang lain. Ceritanya ngebosenin, karena banyak banget pemainnya, sementara porsi tampil harus diatur dalam durasi 2,5 jam. Jadi sepanjang film adegannya cuma tempur dan tempur, ledakan dan ledakan. Rada tanggung juga karena ternyata film ini bagian pertama dari 2 film, jadi bersambung. Rilis lanjutannya tahun depan... Capek deh