Langsung ke konten utama

212 The Power Of Love

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Jastis Arimba
Pemain: Adhin Abdul Hakim, Fauzi Baadilla, Meyda Sefira, Roni Dozer
Genre: Drama

CERITA: 
Seorang ayah yang mendidik anaknya dengan keras, mencintai tanpa banyak kata namun dengan tindak perbuatan. Konflik tahunan antara ayah dan anak yang happy ending di momen-momen tak terduga. Film ini semi dokumenter, terinspirasi dari peristiwa aksi bela islam di Jakarta, 02 Desember 2016. Tepatnya lagi long march beberapa orang santri dari Ciamis ke Monas. Dibilang humor kok ya rada krik-krik, dibilang drama aduh monoton banget. Belum lagi akting para pemain yang kurang mengalir, serasa nonton sinetron TVRI jaman old. Hehehe... Filmnya datar, konfliknya juga sederhana. Pikiran liberal lulusan terbaik Harvard vs Keyakinan konservatif islam dari santri pondok pesantren. Kira-kira begitu lahh

MOMEN TERBAIK:
Sewaktu Rahmat baca klipingnya Kiai Zainal di kamar 

QUOTES INSPIRATIF:
Dunia ini luas anak muda, kau bisa datang ke banyak tempat.. Kata Rahmat sewaktu ngobrol dengan anak santri  

PESAN MORAL:
Pulang, mudik, perjalanan untuk kembali, adalah perjalanan menemukan jati diri

REKOMENDASI:
Gak, karena memang banyak kurangnya film ini

SKOR: 5,0



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opsi Strategi

Dalam persaingan di bidang apapun terdapat juara, the number one, yang mutlak mengungguli semua pesaingnya. Mulai dari kejuaraan sekolah, pertandingan olahraga, persaingan bisnis, pemilihan umum, perang militer, hingga indeks peringkat negara di dunia seperti Human Development Index atau Global Competitiveness Index, semuanya menggambarkan dengan jelas, bahwa memenangkan persaingan berarti meraih keberhasilan, mencapai suatu hal yang relatif penting dan bernilai sebagai tujuan. Cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan ini disebut dengan strategi, sebuah game plan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Strategi, dengan demikian berfokus kepada tujuan penting dan bernilai yang ingin dicapai (goal-oriented), bercerita tentang masa depan dan bukan masa lalu (future-oriented), serta merupakan langkah yang akan ditempuh secara disiplin dan konsisten (action-oriented).
Prinsip-prinsip ini secara umum adalah sama penerapannya di semua aspek kehidupan. Mulai dari strategi Gerilya Pa…

Nikmat Tertinggi

Imaduddin Abdurrahim, Bang Imad, pernah menceritakan 3 tingkatan nikmat manusia yaitu nikmat hidup, nikmat kemerdekaan, dan nikmat hidayah.
Yang paling rendah adalah nikmat hidup. Bisa makan dan minum, sehat wal afiat, ganteng cantik rupawan, pasangan mesra serasi, bisnis pekerjaan sukses berhasil, tabungan melimpah, dsb itu nikmat yang paling rendah tingkatannya. Semuanya gratis. Semuanya mendapatkan. Semuanya tersedia di alam raya ini. Asal berupaya berusaha, hitungan matematisnya dipastikan mudah terwujud. Namun bila ada orang yang menodongkan pistol ke kepala kita, masuklah kita terdesak, terancam, disuruh pilih hidup atau mati, maka nikmat hidup pun kalah, turun derajatnya jauh sekali, sebatas peluru yang siap ditembakkan.
Kemudian bila kita memilih untuk hidup, namun tetap dengan ancaman di bawah todongan pistol, disuruh pilih hidup sebagai budak atau mati sebagai insan merdeka, maka kehidupan, sebagai budak di dunia ini, 24 jam dalam sehari, bisa diperintah apa saja, menolak bera…

Empati Prabowo

Banyak yang tanya mengapa Prabowo. Alasan saya sederhana saja. Waktu itu akhir tahun 2008. Saat itu saya masih bekerja di Arbe Styrindo, sebuah perusahaan B2B Petrokimia yang pabriknya berlokasi di Cilegon, Banten. Saya berkantor di Jakarta beserta unit G&A lainnya tepatnya di Sampoerna Strategic Square.
Tahun-tahun itu partai Gerindra banyak beriklan di TV. Tidak sekalipun saya simpatik. Saya juga dengar pimpinannya Pak Prabowo adalah aktor intelektual kerusuhan mei 98, dalang penculikan mahasiswa, pernah lari ke Yordania, dsb. Tapi dalam salah satu kunjungan saya ke pabrik kami waktu itu, pandangan saya berubah perlahan. Kepala Security pabrik kami yang cukup berumur, Pak Agus, suatu kali menceritakan tentang Komandannya, Jenderal Prabowo. Kebetulan Pak Agus adalah salah satu pensiunan prajurit TNI yang pernah mengenal, melihat, dan merasakan langsung kepemimpinan Sang Jenderal.
Pak Prabowo dalam pandangan Pak Agus adalah sosok yang berani dan peduli kepada anak buahnya. Kalo P…