Langsung ke konten utama

Ant-Man and the Wasp

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Peyton Reed 
Pemain: Evangeline Lilly, Laurence Fishburne, Michael Douglas, Michael Pena, Michelle Pfeiffer, Paul Rudd 
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Sequel dari film sebelumnya, Ant-Man (2015), Scott Lang beraksi lagi, kali ini ditemenin oleh Wasp. Sama-sama bisa ngecilin badan seukuran semut, juga kebalikannya bisa ngedein badan sampe seukuran gedung tinggi, tapi Wasp bisa terbang karena punya sayap. Sekarang mereka punya misi nyariin ke alam molekul mikro, istrinya Dr Hank Pym yang terjebak disana bertahun-tahun. Gangguan demi gangguan dihadepin sampe misi berhasil. Karena menyasar remaja, film ini rada-rada krik-krik ya. Hehehe... Ceritanya simpel banget dan gampang ditebak ending nya. Komedinya juga sedikit garing. Paling ngeganggu, itu kemunculan si Ghost. Bukan ancaman bagi siapa-siapa, gak juga bagi Ant-Man, gak kejer materi juga, egois banget cuma mikirin dirinya sendiri aja. Walhasil nguantuk luar biasa nonton ni film. 

MOMEN TERBAIK:
Waktu Dr Hank Pym yang akhirnya bisa ketemuan lagi dengan Janet Van Dyne sang istri setelah bertahun-tahun berpisah 

QUOTES INSPIRATIF:
I do some dumb things, and the people I love the most, they pay the price, kata Scott Lang

PESAN MORAL:
Dalam hal pengorbanan, komitmen, dan ketulusan cinta, pertanyaannya bukanlah mengapa, tetapi mengapa tidak

REKOMENDASI:
Gak terlalu ya, konflik yang ditampilkan juga sederhana, kurang kuat ceritanya 

SKOR: 5,0





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fondasi Perubahan

Manakah yang lebih penting untuk dibangun dan dikembangkan guna kesuksesan perusahaan dan organisasi: people, leadership, competency, the driver factors, ataukah system, management, technology, the enabler factors?
Orang yang tidak tepat, pejabat lama yang tidak kompeten, langsung bisa diganti dengan pejabat baru. Tetapi bila sistem manajemennya tetap tiada berubah, dapat dipastikan tidak akan ada kejutan kinerja istimewa apapun dari pejabat baru tersebut. Lambat laun, seiring waktu, si pejabat ini juga akan digantikan lagi dengan orang yang baru. Insinyur terbaik di dunia sekalipun tidak akan berdaya bila masuk ke dalam organisasi yang lembam dan menutup diri dengan perubahan. 
Begitu pula, sistem yang lawas dan sudah tertinggal jauh, langsung bisa diganti dengan yang paling updated. Tetapi bila karyawan belum siap dan terbiasa menggunakannya akan percuma belaka. Betapa banyak kebijakan, prosedur, Undang-Undang, sistem aplikasi, rencana strategis, bahkan slogan dan iklan sosialisasi…

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Avengers: Infinity War

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Hemsworth, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Zoe Saldana
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Captain America, Black Panther, Doctor Strange, Hulk, Iron Man, Spiderman, Thor, dll. tergabung dalam Avengers, regu super hero penyelamat bumi, bersatu untuk ngalahin Thanos, musuh terkuatnya sampe saat ini, dalam semesta raya Marvel Comics. Bukan sekedar tokoh jahat yang harus dilawan bareng, Thanos juga punya nilai idealismenya sendiri. Ada humor, romansa, ancaman-kali ini-tingkat semesta, ditutup dengan perang kolosal. Ya 100% persislah dengan film Marvel Superheroes yang lain. Ceritanya ngebosenin, karena banyak banget pemainnya, sementara porsi tampil harus diatur dalam durasi 2,5 jam. Jadi sepanjang film adegannya cuma tempur dan tempur, ledakan dan ledakan. Rada tanggung juga karena ternyata film ini bagian pertama dari 2 film, jadi bersambung. Rilis lanjutannya tahun depan... Capek deh