Langsung ke konten utama

Pelatih Hebat

Seringkali saya ditanya oleh klien seberapa besar dampak dari suatu pelatihan terhadap perubahan di tempat kerja mereka masing-masing? Kadang ada pula klien yang menambahkan, agar selepas pelatihan yang dilaksanakan nanti, kerja sama kekompakan tim mereka dapat menjadi lebih solid, kedisiplinan karyawan akan lebih baik, kinerja penjualan dan produktifitas bisa lebih tinggi, kemampuan keterampilan personil meningkat tajam, bahkan dapat timbul kepuasan kerja dan kebahagiaan kepada perusahaan. Dan selalu, sebagaimana yang saya pahami akan konsep perubahan, saya sampaikan secara pasti bahwa pelatihan yang dilaksanakan tersebut tidak akan berdampak banyak terhadap perubahan di perusahaan klien masing-masing. Ya benar. Itu yang selalu menjadi jawaban saya apa adanya. Kalau ada yang mengklaim bahwa dengan pelatihan semua hal yang disebutkan di atas dapat terwujud, silahkan saja, tapi saya tidak akan pernah gagah-gagahan mengklaim seperti itu.

Pelatihan, team building programs, outbond games, apapun namanya, hanyalah salah satu metode untuk katalisator perubahan. Adalah percuma tentu saja, bilamana saat pelatihan berlangsung penuh dengan yel-yel dan jargon perubahan, namun ketika kembali ke lapangan, realita yang sebenarnya, para pimpinan tidak “walk the talk” yakni “iso ujar ra iso ngelakoni”. Semua yang indah dan memukau di atas kertas akhirnya pun harus kandas karena tidak dirasakan sama sekali oleh karyawan. Leadership, bagaimana kesungguhan, totalitas komitmen, serta konsistensi tindakan terutama dari para pimpinan, adalah jauh lebih penting daripada sekedar melaksanakan pelatihan-pelatihan tertentu. Tidak harmonisnya gerak komando, ketiadaan tata kelola, kurangnya standarisasi sistem manajemen, apalagi vakumnya rencana strategis dengan program-program kerja yang adaptif terhadap skenario penanganan kejadian krisis, adalah prasyarat mutlak perubahan.

Hebat benar bilamana ada orang di luar perusahaan dengan sekali dua kali pertemuan dapat mengubah keadaan secara signifikan! Seperti hubungan dokter dan pasien, demikian pula lah selayaknya hubungan antara yang melatih dan yang dilatih. Dokter yang sudah tepat mendiagnosa, meresepkan obat, serta memberi nasehat untuk pengobatan penyakit, haruslah diikuti pula dengan pasien yang menerima masukan, siap berubah, dan disiplin melaksanakan pengobatannya. Inilah proses pengobatan yang benar. Seperti inilah mekanisme perubahan bekerja. Itulah mengapa sebabnya banyak perusahaan yang mengirimkan dan mengadakan pelatihan bermacam-macam berkali-kali namun tampak tiada hasil yang signifikan. 

Maka sebelum perusahaan menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk melaksanakan berbagai macam pelatihan, pastikan terlebih dahulu efektifitasnya, apakah benar kita sudah siap untuk menerima ide-ide baru, siap mengoreksi semua kesalahan, dan bersedia untuk bertindak nyata selepas sesi pelatihan berlangsung nanti. Kemudian, bagaimana meninjau dampak hasil dari pelatihan ini, berapa lama target waktunya, apa saja yang menjadi konsentrasi utama untuk diperhatikan, dan siapa yang bertanggung jawab sepenuhnya. Dengan demikian, pelatihan bukanlah pengeluaran biaya rutin semata, namun investasi yang cermat dan menguntungkan bagi perusahaan. Karena pelatihan yang baik bukan sekedar mampu memberi jawaban yang tepat tetapi juga mampu menumbuhkan lebih banyak pertanyaan berkualitas. Sekedar melaksanakan pelatihan, apalagi hanya untuk mendapatkan sertifikat tertentu, bukanlah jalan yang ditempuh oleh para pemenang meraih tujuan yang esensial: kemajuan, perubahan, keberhasilan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Fondasi Perubahan

Manakah yang lebih penting untuk dibangun dan dikembangkan guna kesuksesan perusahaan dan organisasi: people, leadership, competency, the driver factors, ataukah system, management, technology, the enabler factors?
Orang yang tidak tepat, pejabat lama yang tidak kompeten, langsung bisa diganti dengan pejabat baru. Tetapi bila sistem manajemennya tetap tiada berubah, dapat dipastikan tidak akan ada kejutan kinerja istimewa apapun dari pejabat baru tersebut. Lambat laun, seiring waktu, si pejabat ini juga akan digantikan lagi dengan orang yang baru. Insinyur terbaik di dunia sekalipun tidak akan berdaya bila masuk ke dalam organisasi yang lembam dan menutup diri dengan perubahan. 
Begitu pula, sistem yang lawas dan sudah tertinggal jauh, langsung bisa diganti dengan yang paling updated. Tetapi bila karyawan belum siap dan terbiasa menggunakannya akan percuma belaka. Betapa banyak kebijakan, prosedur, Undang-Undang, sistem aplikasi, rencana strategis, bahkan slogan dan iklan sosialisasi…

Avengers: Infinity War

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Hemsworth, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Zoe Saldana
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Captain America, Black Panther, Doctor Strange, Hulk, Iron Man, Spiderman, Thor, dll. tergabung dalam Avengers, regu super hero penyelamat bumi, bersatu untuk ngalahin Thanos, musuh terkuatnya sampe saat ini, dalam semesta raya Marvel Comics. Bukan sekedar tokoh jahat yang harus dilawan bareng, Thanos juga punya nilai idealismenya sendiri. Ada humor, romansa, ancaman-kali ini-tingkat semesta, ditutup dengan perang kolosal. Ya 100% persislah dengan film Marvel Superheroes yang lain. Ceritanya ngebosenin, karena banyak banget pemainnya, sementara porsi tampil harus diatur dalam durasi 2,5 jam. Jadi sepanjang film adegannya cuma tempur dan tempur, ledakan dan ledakan. Rada tanggung juga karena ternyata film ini bagian pertama dari 2 film, jadi bersambung. Rilis lanjutannya tahun depan... Capek deh