Langsung ke konten utama

Mazhab Perubahan


Setelah satu tahun sudah berupaya maksimal sedemikian rupa untuk mencapai target-target yang ditetapkan di awal tahun kemarin, kini perusahaan dan organisasi menemui batas akhirnya. Seberapa baik the bottom line, profitabilitas, adalah inti dari semua target pencapaian satu tahun berjalan. Ada yang berhasil gemilang, ada yang biasa saja, ada pula yang tidak berhasil dan bahkan merugi. Belum lagi bila dibandingkan tingkat pertumbuhannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tren pencapaian grup industri sejenis, dst. Namun pimpinan yang bijak tentu akan mencermatinya dengan kaca mata yang sedikit berbeda. Look on the bright side, inilah sejatinya kepemimpinan.

Walau Profit tak sesuai harapan di tahun ini, tetapi boleh jadi Process semakin baik, semakin efektif, semakin efisien. Mungkin juga Product semakin berkualitas, semakin sedikit cacatnya, semakin sedikit komplainnya, semakin diakui dunia, semakin inovatif. Atau yang terpenting People semakin produktif, semakin kreatif, semakin kompeten, semakin kompak, semakin disiplin. Semuanya siap menyambut tahun depan dengan optimisme, strategi, energi, dan aksi-aksi baru. Kaplan dan Norton pun menjelaskan dalam model Balanced Scorecard nya yang terkemuka bahwa Financial Figures hanyalah ujungnya. Tetapi fondasinya adalah Human Capital yang mengeksekusi, dalam suatu Internal System, untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Customers.

Syahdan, Saichiro Honda paling gemar duduk menyendiri, memandangi pintu keluar pabrik yang didirikannya. Ada suatu kebahagiaan yang tak terperi di hatinya ketika melihat ribuan karyawan pulang kerja berbondong-bondong dengan tertib, menyaksikan luapan energi kerja keras mereka, bersiap menemui keluarga yang telah menanti di rumah. Kebahagiaan bahwa Honda telah membangun, menghidupi, mensejahterakan begitu banyak keluarga di Jepang. Mengurangi pengangguran, memajukan negara, berkontribusi kepada kehidupan umat manusia yang lebih baik. Bahwa bisnis tak semata sekedar urusan profit dan perut belaka di mata seorang pemimpin sepertinya.

Guru dari Anthony Robbins, Jim Rohn, sang filosof bisnis, ketika ditanya oleh banyak pimpinan puncak perusahaan dan organisasi di akhir tahun, apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dunia ke depan. Dengan lugas menjawab singkat, tidak ada! Tidak ada yang baru di dunia ini, sama sekali. Sebuah jawaban yang sangat reflektif. Karena memang walau teknologi terus berganti, indeks dan parameter kerap bergeser, merek-merek timbul dan tenggelam, tetapi hukum perubahan tetaplah sama. Kita berubah karena sudah berada di titik terendah untuk bangkit kembali. Kita berubah justru saat tengah berada di titik tertinggi untuk mengantisipasi. Atau kita berubah karena sudah menjadi karakter, tiada hari tanpa perubahan, inovasi, kaizen, penyempurnaan yang terus-menerus.

Mentalitas perubahan, mindset perubahan, fleksibilitas daya adaptasi, jelas jauh lebih penting bagi diri kita, daripada perubahan itu sendiri, apapun juga, yang sudah, sedang, dan akan terus terjadi di dunia ini. Cara boleh berubah, berubah itu niscaya, tetapi tujuan tetaplah sama. Mengarungi perubahan di setiap pergantian tahun tidak ada yang baru secara esensial: Apa, tujuan, target, strategi kita berikutnya yang realistis. Mengapa, alasan yang sangat kuat bahwa kita harus mencapai mewujudkannya. Bagaimana, skenario alternatifnya nanti, bilamana ada situasi yang tidak sesuai harapan kita di tengah perjalanan.

Tragedi Tsunami Banten, Lion Air JT 610, Gempa Palu dan Lombok yang terjadi di tahun ini adalah jejak perenungan dalam yang semakin membukakan mata kita semua, betapa waktu 24/7 sungguhlah berharga. Setiap detiknya memberi kita pilihan tentang fokus, bagaimana kita akan menghabiskannya. Apakah masih kepada aktifitas permainan kesenangan di masa kecil dan kesibukan perguyuban pencarian jati diri semasa remaja walau kini kita telah dewasa dan menua. Semoga ke depan fokus kita semua sebagai pemimpin selalu dan senantiasa, adalah tentang sabar berdisiplin setiap harinya mencapai tujuan yang sudah kita rencanakan, tentang syukur memaknai sesuatu yang jauh lebih besar melampaui ukuran fisik material, serta tentang ikhlas menerima alangkah banyaknya hal baik yang sudah dianugerahkan kepada diri kita detik demi detik oleh Sang Maha Pencipta. Selamat mengarungi perubahan, selamat tahun baru 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Black Panther

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Ryan Coogler
Pemain: Chadwick Boseman, Forest Whitaker, Lupita Nyong'o, Martin Freeman, Michael B. Jordan
Genre: Action Sci-Fi

CERITA:  Raja baru dari Wakanda, negara dengan teknologi tinggi tapi terisolasi dari dunia luar dalam semesta raya Marvel Comics, berjuang langgengin trah kekuasaan. Konflik demi konflik dilalui T'Challa sang raja sampe akhir film. Tipikal banget dengan film Marvel Superheroes, ada sedikit humor, bumbu romansa, drama dendam masa lalu, sama ancaman tingkat dunia. Lagi, ujung-ujungnya ditutup dengan perang kolosal, superhero nya sudah pasti menang. Mirip dengan cerita film Thor, bedanya kerajaan Wakanda di bumi, tepatnya di benua Afrika. Mirip juga tokoh jagoannya dengan James Bond, ada laboratorium sama penelitinya yang kenalin senjata-senjata si Black Panther. Ceritanya mengalir, bikin yang nonton mantengin terus dari awal sampe abis. Terutama dunia futuristik teknologi tingginya yang menarik. Drama konfliknya cukup menyentuh…

Fondasi Perubahan

Manakah yang lebih penting untuk dibangun dan dikembangkan guna kesuksesan perusahaan dan organisasi: people, leadership, competency, the driver factors, ataukah system, management, technology, the enabler factors?
Orang yang tidak tepat, pejabat lama yang tidak kompeten, langsung bisa diganti dengan pejabat baru. Tetapi bila sistem manajemennya tetap tiada berubah, dapat dipastikan tidak akan ada kejutan kinerja istimewa apapun dari pejabat baru tersebut. Lambat laun, seiring waktu, si pejabat ini juga akan digantikan lagi dengan orang yang baru. Insinyur terbaik di dunia sekalipun tidak akan berdaya bila masuk ke dalam organisasi yang lembam dan menutup diri dengan perubahan. 
Begitu pula, sistem yang lawas dan sudah tertinggal jauh, langsung bisa diganti dengan yang paling updated. Tetapi bila karyawan belum siap dan terbiasa menggunakannya akan percuma belaka. Betapa banyak kebijakan, prosedur, Undang-Undang, sistem aplikasi, rencana strategis, bahkan slogan dan iklan sosialisasi…

Avengers: Infinity War

Tahun produksi: 2018
Sutradara: Anthony Russo, Joe Russo
Pemain: Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Hemsworth, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Zoe Saldana
Genre: Action Sci-Fi

CERITA: 
Captain America, Black Panther, Doctor Strange, Hulk, Iron Man, Spiderman, Thor, dll. tergabung dalam Avengers, regu super hero penyelamat bumi, bersatu untuk ngalahin Thanos, musuh terkuatnya sampe saat ini, dalam semesta raya Marvel Comics. Bukan sekedar tokoh jahat yang harus dilawan bareng, Thanos juga punya nilai idealismenya sendiri. Ada humor, romansa, ancaman-kali ini-tingkat semesta, ditutup dengan perang kolosal. Ya 100% persislah dengan film Marvel Superheroes yang lain. Ceritanya ngebosenin, karena banyak banget pemainnya, sementara porsi tampil harus diatur dalam durasi 2,5 jam. Jadi sepanjang film adegannya cuma tempur dan tempur, ledakan dan ledakan. Rada tanggung juga karena ternyata film ini bagian pertama dari 2 film, jadi bersambung. Rilis lanjutannya tahun depan... Capek deh